RPP Bahasa Indonesia VII KD 1.1




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah
:
SMP N 3 Tegowanu
Mata Pelajaran
:
Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
:
VII/1
Standar Kompetensi
:
Mendengarkan
1 Memahami wacana lisan melalui kgiatan mendengarkan  berita
Kopetensi Dasar       
:
1.1           Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
Indikator
:
1.1.1         Mampu menuliskan pokok-pokok berita yang dibacakan;
1.1.2        Mampu memberi tanggapan mengenai isi berita;
1.1.3        Mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea.
Alokasi Waktu
:
2 x 40 menit (1 x pertemuan)

A.     Tujuan Pembelajaran
1.       Peserta didik mampu menuliskan pokok-pokok  berita yang dibacakan;
2.      Peserta didik mampu memberi tanggapan mengenai isi berita;
3.      Peserta didik mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea.

Karakter peserta didik yang diharapkan : dapat dipercaya (trustworthines), tekun ( diligence), tanggung jawab(responsibility), disiplin, kritis.

B.     Materi Pembelajaran
Penyimpulan Berita
a.      Menuliskan pokok-pokok berita (5w + 1H)
Berita atau warta berarti ‘kabar’.  Menulis berita berarti menulis kabar. Berita yang ditulis di koran adalah laporan tentang suatu kejadian  penting dan faktual yang dapat menarik perhatian pembaca.
Menurut J.B. Wahyudi, berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa secara periodik. Misalnya, surat kabar, media elektronik (TV dan radio), dan internet.
Dari definisi atau batasan tentang berita itu, ada empat  unsur penting yang harus diperhatikan dalam sebuah berita, yaitu peristiwa atau pendapat penting, menarik, baru, dan dipublikasikan. Sekarang kamu dapat mengetahui bahwa berita adalah laporan kejadian  atau pendapat yang menarik dan penting lalu  disajikan secepat mungkin kepada khalayak luas. Semakin cepat berita itu sampai kepada pembaca atau pendengar maka akan semakin baik. Sebab, masyarakat selalu ingin cepat  mengetahui perkembangan terakhir dari suatu peristiwa.
b.      Menanggapi isi berita
Pemahaman berkaitan dengan isi berita.
c.      Menyimpulkan isi berita
Menentukan pokok-pokok berita. Apa itu pokok-pokok berita? Pokok-pokok berita meliputi unsur pertanyaan dengan kata tanya apa, siapa, kapan, mengapa, di mana, dan bagaimana. Unsur-unsur itu biasa disebut 5 W dan 1H. 5W merupakan kependekan dari what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), dan why (mengapa), sedangkan 1H adalah how (bagaimana).
Simpulan adalah kesudahan pendapat (pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya).
Cara membuat simpulan.
Mendengarkan seluruh berita dengan cermat!
Menentukan isi beritanya!
Memberikan pendapat sesuai dengan isi berita tersebut!

C.     Metode Pembelajaran
a.      Pemodelan
b.      Tanya jawab
c.      Penugasan
d.      Diskusi

D.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.      Kegiatan Awal (5 menit)
1)      Pengondisian : Berdoa, salam, mengecek kehadiran peserta didik, menyiapkan peserta didik mengikuti pembelajaran
2)     Pendidik menyampaikan apersepsi
Pendidik bertanya tentang peristiwa aktual yang sedang diberitakan. Misalnya, ada peristiwa gempa bumi yang disertai dengan tsunami.
Kamu tentu ingin mengetahui wilayah mana saja yang terkena bencana tersebut, berapa orang yang menjadi korban gempa, bagaimana dampak yang ditimbulkan. Apalagi jika peristiwa tersebut juga menimpa sanak saudara. Tentu rasa ingin tahu kamu sangat tinggi. Dari manakah informasi tersebut kamu dapatkan?
3)     Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik
Tujuan pembelajaran ini adalah kita berlatih menyimak atau mendengarkan berita dengan baik dan melatih konsentrasi. Selain itu relevansinya dalam kehidupan sehari-hari setelah mempelajari materi ini kita dapat menemukan pokok berita, menanggapi isi berita, dan menyimpulkan isi berita yang kita dengarkan. Bahkan kamu dapat  belajar menjadi penulis atau wartawan.
4)     Pendidik menyampaikan rencana kegiatan
Kegiatan yang akan kita laksanakan adalah (1) mendengarkan berita yang dibacakan, (2) berlatih menemukan pokok-pokok berita, (3) berdiskusi kelompok menyimpulkan isi berita yang dibacakan, (4) berdiskusi kelas menyampaikan hasil diskusi kelompok

b.      Kegiatan inti (50 menit)
Eksplorasi
Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang berita dan kebermaknaan mendengarkan isi berita.
Apakah kamu sering mendengarkan berita? Dari manakah berita itu kamu dengarkan? Apakah, dari televisi atau radio? Yang jelas, pasti banyak sekali acara berita di televisi yang bisa kamu simak. (Peserta didik disuruh menyebutkan nama acara berita di TV)Contoh acara-acara berita di televisi antara lain Planet Remaja (AnTV), Liputan 6 (SCTV), Cek & Ricek (RCTI), Home & Lifestyle (Metro TV), Tajuk Pagi (TV7), dan Selamat Pagi Indonesia (TPI). Betulkah acara-acara tersebut merupakan acara berita? Sebagai acuan jawaban kamu, pahamilah definisi tentang berita yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2002) berikut. Berita adalah laporan tentang suatu kejadian penting dan faktual. Berita dipublikasikan melalui media massa secara periodik. Misalnya, surat kabar, media elektronik (TV dan radio), dan internet.
Untuk dapat mengetahui apakah berita yang sudah didengar dapat diterima dengan baik, cobalah tuliskan kembali berita yang sudah kamu dengar dengan kalimat sendiri. Sebelum menuliskan berita, harus memperhatikan unsur-unsur menulis berita yaitu 5W + 1H (apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, unsur berita kamu dapat menentukan pula bagian yang penting dari berita tersebut. Bagian mana yang akan dipentingkan, misalnya waktu kejadian atau pelaku yang dipentingkan. Setelah mendengarkan rekaman berita maka tuliskan bagian  penting  berita tersebut dalam selembar kertas kerjaUntuk mengetahui apakah kalimat berita yang sudah kamu tulis benar atau sesuai, cobalah cocokkan dengan rekaman berita yang dapat kamu putar kembali.
Pelajaran kali ini adalah salah satu untuk melatih konsentrasi kamu dalam mendengarkan sesuatu.
Untuk apa kamu mendengarkan berita? Tentu saja ada tujuannya. Banyak tujuan mengapa kamu tertarik untuk mendengarkan sebuah berita yang ditayangkan di televisi atau yang  didengarkan dari radio.  Mungkin kamu hanya ingin mengetahui perkembangan berita terakhir  atau hanya ingin memenuhi kesenangan saja. Setelah  mendengarkan berita, tentu tidak semua berita yang kamu dengar dapat diingat kembali secara utuh.  Nah, pada materi ini kita akan mempelajari bagaimana menuliskan  kembali berita yang telah kamu dengar dari rekaman berita.
Berita-berita yang disiarkan radio atau televisi itu mengandung banyak informasi penting yang perlu kamu ketahui. Berita-berita seperti itu sangat berguna bagimu. Dengan mendengarkan banyak berita, makin luas wawasan dan pengetahuanmu.
Elaborasi
1)      Peserta didik berhitung 1 sampai 5! Mulai dari peserta didik yang duduk di depan sebelah kanan ke kiri!
2)     Peserta didik yang mendapat angka 1 bergabung dengan peserta didik yang mendapat angka 1! Peserta didik yang mendapat angka 2 bergabungdengan peserta didik yang mendapat angka 2, dan seterusnya!
3)         Peserta didik diberi LK 1.1 (LEMBAR KERJA 1.1)
4)     Peserta didik mendengarkan berita yang diperdengarkan atau yang dibaca oleh pendidik.
5)     Peserta didik bekerja dalam kelompok!
Konfirmasi
1)        Peserta didik dan pendidik menyusun rubrik penilaian.
Nilailah simpulan isi berita yang disusun kelompok lain dengan menggunakan rubrik berikut!

No.
Deskripsi
Ya
Tidak
1.
Apakah pokok-pokok isi berita yang ditulis sesuai dengan isi berita yang didengarkan?


2.
Apakah simpulan berisi pokok-pokok isi berita?


3
Apakah tanggapan yang diberikan logis?


3.
Apakah tidak ada kesalahan dalam penulisan ejaan, tanda baca, dan struktur kalimat?


2)       Kelompok melaporkan hasil kerja kelompok.
3)       Secara berkelompok peserta didik memberikan tanggapan terhadap isi berita yang telah dibacakan kelompok lain.
4)       Kelompok menilai hasil kerja kelompok lain.

c.      Kegiatan akhir (15 menit)
1)        Pendidik bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman hasil pembelajaran dan peserta didik mencatat di buku catatannya.
2)       Pendidik melakukan penilaian dan/atau melakukan refleksi bersama-sama dengan perserta didik terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan merujuk pada tujuan pembelajaran.
3)       Pendidik Peserta memberikan umpan balik kepada peserta didik.
4)       Pendidik menyampaikan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan dan/atau memberikan tugas kepada peserta didik.
5)       Peserta didik menuliskan pengalaman belajar dalam jurnal belajar.

 E.     Sumber Belajar
a.      Televisi/radio
b.      Rekaman berita
c.       Sarwiji Suwandi dan Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 1: bahasa kebanggaanku untuk SMP/MTs kelas VII— Cet.1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional (BSE). Hal. 1-2
d.      Nia Kurniati Sapari. 2008. Kompetensi berbahasa Indonesia SMP dan MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (BSE). Hal. 1-7
e.      Endah Tri Priyatni, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional (BSE). Hal. 94-97



F.     Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
Instrumen
1.1.1  mampu menuliskan pokok-pok berita yang dibacakan;
Tes tulis
Uraian

§ Tuliskan pokok-pokok berita yang kamu dengarkan!
1.1.2 mampu memberi tanggapan mengenai isi berita.


§ Berilah tanggapan mengenai isi berita yang kamu dengarkan!
1.1.3  mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea;


§ Tuliskan simpulan berita yang kamu dengarkan!


Soal ulangan harian.
Dengarkan pembacaan berita berikut ini!
JAKARTA, KCM - Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia menggelar unjuk rasa yang mereka sebut sebagai Gelar Keprihatinan Budaya di depan Kedubes Malaysia di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (29/11), mulai pukul 09.30 WIB.
Mereka menyatakan keprihatinan atas pengakuan Malaysia sebagai pemilik kesenian reog yang oleh Malaysia disebut kesenian barongan.
Gelar keprihatinan budaya itu dipimpin oleh H. Begug Purnomosidi, yaitu Ketua Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia yang juga Bupati Wonogiri, Jateng.
Disebut oleh pihak Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia, sekitar 3.000 orang ambil bagian dalam Gelar Keprihatinan Budaya tersebut. Mereka mewakili Paguyuban Reog Ponorogo seIndonesia dari wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Tangerang (Banten), dan Jakarta.
Dalam Gelar Keprihatinan Budaya itu, pihak Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia menyampaikan sejumlah pernyataan.
Pertama, kesenian Reog Ponorogo bukanlah milik Malaysia, melainkan budaya asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo.
Kedua, pernyataan Malaysia bahwa reog merupakan budaya milik Malaysia telah melecehkan dan menyakiti hati bangsa Indonesia.
Ketiga, mereka menuntut pemerintah Malaysia untuk mencabut pernyataan bahwa reog merupakan budaya Malaysia. Jika tuntutan itu tidak dikabulkan Malaysia, mereka akan mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
Sebelum Gelar Keprihatinan Budaya dilakukan di depan Kedubes Malaysia, Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia mengadakan arak-arakan dari lapangan tenis GOR Soemantri Brojonegoro menuju gedung Kedubes Malaysia mulai pukul 09.00.
Saat ini pihak Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia sedang diterima oleh pihak Kedubes Malaysia. Sementara di depan gedung Kedubes Malaysia digelar atraksi reog. Arus lalu lintas, terutama di jalur lambat menuju Menteng untuk sementara ditutup.
Kompas Cyber Media, Kamis 29 Desember 2007
1.     Setelah kamu mendengarkan berita tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Siapa yang menggelar unjuk rasa?
b. Mengapa mereka menggelar unjuk rasa?
c. Kapan unjuk rasa itu dilakukan?
d. Di mana unjuk rasa itu dilakukan?
e. Apa tuntutan para pengunjuk rasa?
f. Ditujukan kepada siapa tuntutan itu?
g. Bagaimana situasi di tempat kejadian ketika unjuk rasa itu digelar?
2.    Tuliskan tanggapanmu!
3.    Susunlah simpulan berita yang kamu dengarkan!

Kunci Jawaban:
1.     a.  Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia
b.    Mereka menyatakan keprihatinan atas pengakuan Malaysia sebagai pemilik kesenian reog yang oleh Malaysia disebut kesenian barongan.
c.    Kamis (29/11), mulai pukul 09.30 WIB.
d.    Di depan Kedubes Malaysia di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta.
e.    Mereka menuntut pemerintah Malaysia untuk mencabut pernyataan bahwa reog merupakan budaya Malaysia. Jika tuntutan itu tidak dikabulkan Malaysia, mereka akan mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
f.     Pemerintah Malaysia
g.    Sebelum Gelar Keprihatinan Budaya dilakukan di depan Kedubes Malaysia, Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia mengadakan arak-arakan dari lapangan tenis GOR Soemantri Brojonegoro menuju gedung Kedubes Malaysia mulai pukul 09.00.
2.    Bergantung jawaban peserta didik
3.    Simpulan berita:
Paguyuban Reog Ponorogo se-Indonesia, menggelar unjuk rasa keprihatinan atas pengakuan Reog Ponorogo sebagai kesenian milik Malaysia, pada Kamis 29-11-2008, di depan Kedubes Malaysia Jl. H.R. Rasuna Said Jakarta. Para pengunjuk rasa menuntut agar Pemerintah Malaysia mencabut pengakuannya atas kepemilikan Reog Ponorogo.
Pedoman penskoran



No. Soal
Kegiatan
Skor
1


Ø  Peserta didik menuliskan 6 pokok berita sesuai isi berita
Ø  Peserta didik menuliskan 5 pokok berita sesuai isi berita
Ø  Peserta didik menuliskan 4 pokok berita sesuai isi berita
Ø  Peserta didik menuliskan 3 pokok berita sesuai isi berita
Ø  Peserta didik menuliskan 2 pokok berita sesuai isi berita
Ø  Peserta didik menuliskan 1 pokok berita sesuai isi berita
Ø  Peserta didik tidak menuliskan pokok-pokok berita
6
5
4
3
2
1
0
3
Ø  Tanggapan sesuai isi berita, alasan logis
Ø  Tanggapan sesuai isi berita, alasan tidak logis
Ø  Tanggapan tidak sesuai
3
2
1
2
Ø  Simpulan sesuai dengan isi berita
Ø  Simpulan cukup sesuai dengan isi berita 
Ø  Simpulan kurang sesuai dengan isi berita
Ø  Simpulan tidak sesuai dengan isi berita
4
3
2
1

Jumlah skor maksimal
13


Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100
Nilai akhir =     Perolehan skor       x skor ideal (100)   
                                      Skor maksimum (13)


Mengetahui,
Kepala Sekolah



Markain, S. Pd.
NIP. 19631212 198710 1 002
Tegowanu, Juli 2012

Pendidik Mata Pelajaran



Supriyadi, S.Pd.
NIP. 19710116 200501 1 008


BAHAN AJAR 1.1
Pahlawan Olimpiade Indonesia
Laila Muhibah, peserta didik SMPN 1 Bogor dan Atika Almira, peserta didik SMPIT Ummul Quro Bogor adalah dua gadis dengan prestasi luar biasa. Seluruh bangsa Indonesia patut mengacungkan jempol kepada mereka. Mereka menggondol medali emas dalam Olimpiade Matematika atau yang secara resmi disebut “The 1st Wizard of Mathematics International Competition (WIZMIC)”. Kejuaraan itu digelar di Lucknow, India pada 28-31 Oktober lalu.
Dalam kompetisi ini, wakil Indonesia meraih dua emas, satu perak, dan satu perunggu dalam kategori individual. Selain itu, satu emas pada kategori tim untuk peserta didik berumur di bawah 14 tahun. Olimpiade ini diikuti oleh 26 tim dari 8 negara, yaitu Bulgaria, India, Indonesia, Iran, Nepal, Thailand, Taiwan, dan Filipina. Mereka tampil ke babak final setelah melalui ronde penyisihan yang berat. Medali perak dan perunggu masing-masing diraih Firstio Ahmad Sepriadi dari SMPI Al-Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi dan Ghiffari Haekalnoor Tujuanto dari SMPN 115 Jakarta.
Di tengah duka akibat bencana yang datang silih berganti, prestasi yang mereka raih merupakan hiburan tersendiri. Mereka adalah “pahlawan” yang membuktikan bahwa Indonesia masih eksis dalam kancah global. Dari media, kita tahu bahwa keempat peserta didik itu dibina oleh Ridwan Hasan Saputra. Dia adalah Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA yang juga pembina nasional untuk International Mathematic and Science Olympic (IMSO) bidang Matematika. Pendidik yang sabar membimbing muridnya selama dua bulan sejak Agustus itu juga “pahlawan” yang acap terlupakan.
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar kata pahlawan diucapkan. Namun sayang, kata itu tidak diberi makna yang konkret. Misalnya,  para tenaga kerja di mancanegara (TKI dan TKW) sebagai “pahlawan devisa”. Namun, perlakuan terhadap mereka cenderung tidak manusiawi. Makna “pahlawan” mengalami degradasi dan makin langka kita temui sosok itu dari hari ke hari.
Kontribusi yang diberikan Laila dan Atika serta jutaan kaum muda lainnya adalah  wujud konkret nilai-nilai kepahlawanan. Pahlawan yang sesungguhnya tidak pernah mati. Mereka senantiasa hadir dalam segenap aspek kehidupan kita. Dalam asrama PPSDMS yang kini tersebar di lima kota, kami bertekad untuk menghidupkan terus jiwa kepahlawanan itu.
(http://ppsdms.org/pahlawan-hari-ini.htm dengan pengubahan
               Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.         Apa yang sampaikan dalam berita di atas?
2.        Siapakah yang di maksud pahlawan dalam berita yang kamu baca? Mengapa dia disebut pahlawan?
3.        Di negara manakah kompetisi tersebut berlangsung?
4.        Kapankah kompetisi tersebut berlangsung?
5.        Bagaimana mereka sampai bisa menjadi juara?
6.        Bagaimana pendapatmu mengenai isi berita di atas?
7.        Buatlah simpulan berita di atas.
Pahlawan-pahlawan Indonesia mengharumkan nama Indonesia. Mereka ....

24-Point Star: NilaiLEMBAR KERJA 1.1

Sekolah                            : SMP N 3 Tegowanu
Mata Pelajaran              : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester              : VII/1
Standar Kompetensi : 1 Memahami wacana lisanmelalui kegiatanmendengarkan berita.
Kopetensi Dasar   : 1.1 Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
Indikator              : (1) mampu menuliskan pokok-pok berita yang dibacakan;
  (2) mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea;
  (3) mampu memberi tanggapan mengenai isi berita.
Alokasi Waktu              : 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

Petunjuk :
  1. Dengarkan pembacaan berita berikut!
  2. Diskusikan dengan kelompokmu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
Budaya Sains Perlu Ditumbuhkan
Olimpiade Sains Nasional merupakan ajang kompetisi yang cukup bergengsi. Namun, ajang ini masih dipandang sebagai kompetisi belaka. Kompetisi ini belum dipandang sebagai upaya untuk mendorong tumbuhnya budaya mencintai sains. Akibatnya, kegiatan ini hanya sebatas mendulang medali saja. Hal ini akan memberi rasa kebanggaan bagi provinsi yang diwakilinya.
Kegiatan ini terangkat dalam perbincangan dengan sejumlah pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) VI di Surabaya, Rabu (5/9). "Semangat untuk unggul di pelajaran sains memang masih untuk kompetisi. Untuk pembelajaran di kelas, masih terkendala sarana dan prasarananya. Kesannya kegiatan ini hanya untuk anak-anak yang cerdas saja. Belajar sains itu harus bisa disukai setiap anak-anak kata wakil komite sekolah diMakassar. "Persiapan untuk peserta didik yang ikut OSN kan terbatas. Jika sains diajarkan dengan enak, alat-alat laboratoriumnya lengkap, belajar sains jadi menyenangkan," kata Hana M.Aritonang, peserta dari Papua.
Selain itu, seorang pendidik pendamping dari daerah lain mengeluh bahwa peserta didiknya yang ikut terseleksi hingga tingkat provinsi belum mendapat pembinaan yang maksimal.

Sumber: Kompas, 6 September 2007 dengan ubahan seperlunya.
  1. Setelah kalian menyimak berita tersebut, cobalah pahami isinya. Untuk menguji pemahaman kalian, jawablah pertanyaan berikut ini!
a.        Di mana OSN berlangsung?
b.        Mengapa olimpiade ini hanya sebagai ajang kompetisi?
c.        Apa yang mereka harapkan dari kegiatan itu?
d.        Adakah kendala yang dihadapi peserta?
e.        Bagaimana agar belajar sains menyenangkan?
  1. Buatlah simpulan isi berita! Simpulan berita berisi pokok-pokok berita, kemudian dirangkai dalam sebuah paragraf. Jika kalian belum memahami, lanjutkan simpulan berita berikut ini!
Olimpiade Sains Nasional (OSN) belum dipandang sebagai upaya untuk mendorong timbulnya budaya mencintai sains. Hal ini karena ......
  1. Tuliskan tannggapan kelompokmu mengenai isi berita tersebut!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya walaupun singkat