Perbedaan KTSP dan KBK





Perbedaan KTSP dan KBK

A. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Depdiknas 2002)
·        Pencapaian kompetensi siswa (individual/klasikal)
·        Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
·        Penyampaian pembelajaran dengan pendekatan dan metode bervariasi
·        Sumber belajar guru dan sumber lainnya yang memenuhi unsur edukatif
·        Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar (penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi)
·        Menggunakan sistem sentralisasi penuh dari pusat
B. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
·        Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan
·        Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
·        KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
·        KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
·        KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
Kedua kurikulum tersebut sama-sama mempunyai tujuan yang baik untuk memajukan pendidikan Indonesia. Akan tetapi dari sisi sistem dan proses pelaksanannya di lapanagan menganggap dan berpendapat bahwa Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan lebih baik untuk di terapkan di Indonesia. Sistem dan proses yang digunakan oleh KTSP adalah sistemdesentralisasi atau otonomi pendidikan dimana setiap sekolah-sekolah di seluruh indonesia diberi kebebasan untuk mengembangkan dan menyusun sendiri muatan-muatan mata pelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing setiap sekolah.
Dengan demikian KTSP menekankan pada proses kontekstual dalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan serta dunia kerja. Bila dibandingkan dengan KBK dimana sistem yang diterapkan oleh KBK adalah sistem sentralisasi yang semua perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran disusun dan dilaksanakan semuanya berdasarkan ketentuan dari pusat, tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan sekolah serta siswa di lapangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya walaupun singkat